Wanita Ini Mengaku Matanya Hilang karena 'Dimakan' Jamur dari Lensa Kontak



ReadNet 88 -London, Lensa kontak terbukti cukup berhasil menggeser popularitas kacamata sebagai alat bantu penglihatan. Apalagi lensa kontak memiliki berbagai macam warna yang bisa membuat orang yang memakainya terlihat keren sehingga memberikan nilai plus tersendiri bagi alat bantu ini.

Namun malang bagi wanita asal Inggris ini karena ia harus kehilangan sebelah matanya setelah menggunakan lensa kontak hanya dalam satu hari saja.

Jacqueline Stone (42) mengaku harus diopname selama 17 minggu setelah memakai lensa kontak sekali pakai dengan merk terkemuka yang dibelinya lewat situs online. Ketika dipakai, lensa itu terasa tak nyaman, bahkan menimbulkan nyeri yang luar biasa. Sialnya, ketika Stone berusaha melepas keduanya, lensa yang ada mata kirinya justru tersangkut dan tetap menempel pada matanya.

Sejak insiden yang terjadi pada bulan Mei 2012 itu, penglihatan Stone pun menjadi kabur. Untuk mengatasinya, Stone mengunjungi dokter mata di Broomfield Hospital di Chelmsford, Essex dan sang dokter memberinya obat tetes mata.

Namun dua hari kemudian, guru matematika ini merasakan nyeri yang luar biasa hingga ia harus masuk UGD Moorfields Eye Hospital, London. Disitu Stone diberi lebih banyak obat tetes mata.

Sayangnya kondisinya tak kunjung membaik, malah semakin parah. Kelopak mata kirinya itu mulai melepuh, lalu akhirnya matanya terasa seperti 'meledak', 'membelah' bola matanya menjadi dua.

"Saya berteriak histeris. Putra saya, Charlie (15) pun langsung menelpon ambulans dan saya diberi morfin tapi itu tak kunjung mengurangi nyerinya. Saya sudah dua kali melahirkan tapi rasa sakitnya tak sebanding dengan itu. Bahkan saya bisa merasakan ada sesuatu yang memakan mata saya," kisah Stone seperti dilansir dari Telegraph, Senin (4/2/2013).

Sebulan kemudian sejak kunjungan terakhirnya ke Moorfields, Stone akhirnya dibawa ke Addenbrooke's Hospital di Cambridge yang berhasil mendiagnosis kondisi Stone dengan infeksi jamur pada mata yang disebabkan oleh Fusarium.

Tiga lapisan dan 70 saraf yang ada pada matanya diketahui telah rusak dan setelah menjalani 22 kali operasi, matanya pun terpaksa harus diangkat. Obat-obatan yang diberikan di awal penanganan juga ternyata menyebabkan Stone sering muntah-muntah hingga mengakibatkan pendarahan pada organ dalamnya.

Tak terima dengan kondisinya, kini Stone berniat menuntut perusahaan induk pembuat lensa kontak bermerk Focus Dailies All-Day Comfort yang ia pesan secara online tersebut. Lensa ini diproduksi oleh Cibavision, anak perusahaan Alcon EyeCare UK Ltd. Stone juga akan menuntut Broomfield Hospital dan Moorfields Hospital.

Menanggapi kasus ini, jubir Alcon mengaku telah melakukan penyelidikan dan tak menemukan adanya kaitan antara penggunaan lensa kontak dengan masalah yang dialami Stone.

"Moorfields Hospital menyesal mendengar kisah tragis yang dialami Nyonya Stone dan kami memberikan simpati yang mendalam atas kejadian tersebut. Kami pun menganggap serius setiap tuntutan yang berkaitan dengan layanan yang diterima pasien kami dan secepatnya kami akan melakukan investigasi terhadap kasus ini untuk mengidentifikasi hal-hal yang harus kami perbaiki," ungkap jubir Moorfields Eye Hospital senada dengan Broomfield Hospital.

Menurut para pakar jamur Fusarium sebenarnya lebih banyak ditemukan di dalam tanah, air dan tanaman organik. Sebelumnya wabah infeksi jamur ini pernah merebak di AS pada tahun 2006 dan menjatuhkan korban sebanyak 154 orang yang 34 persen diantaranya membutuhkan transplantasi kornea.

Tapi peneliti yakin infeksi ini jarang terjadi. Kalaupun terjadi biasanya Fusarium akan menyerang kornea dan kondisi ini sangat sulit disembuhkan. Gejalanya seperti penglihatan kabur atau hilang, permukaan mata tampak berkabut, iritasi, nyeri pada mata dan sensitif terhadap cahaya.

 
READNET 88 CONTACT US | Bloggerized by ILHAM BANDERAS - ABOUT US | MORE INFO